rabutigajuniduaribuempat
Thursday, September 29th, 2005Sepertinya merah sudah kembali meredam,
sekarang hanya tinggal semangat jingga yang memancar dari sini (menunjuk ke otak)
lalau juga disini (lalau ke dada).
Mungkin merelakan kehilangan sosoknya kemarin,
membiarkan dia tenggelam timbul seperti surya.
Segalanya memang bukan suatu kebodohan,
yang bodoh adalah membiarkan diriku tersengat terus-menerus.
Tak berguna payung atau sunblock, tapi itu DULU kemarin..
Sekarang kedua benda itu selalu ada di tas-ku,
kalau-kalau aku lupa membawanya, aku yakin ada temapt untuk berteduh.
Sekalipun itu segulung koran bekas, seperti saat aku pergi sekolah dan ada hujan rintik,
beliau dengan sigap memberikan koran yang baru selesai dibacanya.
Walau keyakinan bisa mewujudkan harapan
tetap kita butuh sesuatu yang benar-benar ada..!
HmppHHff!!