Archive for November, 2005

foot note:

Thursday, November 17th, 2005

20:26
"Bilang ‘aku sayang kamu’ dong.."
"Aku..sayang..kamu.."
"Umm..yang penting realisasinya kan?, Ati-ati  dijalan okey, See ya!"

after the conversation,

lebih lega mungkin?
atau biasa saja?
yang jelas memang perseteruan kita hanya monolog yang  dalam hati.
Tak pernah ada ejakulasi untuk hal itu,sesuatu yang aku bilang itu signifikan, dan bagimu itu hanya sebuah ketakutan.

(deep sigh.)

Tetap no response,
dia diam tapi sama sekali bukan emas,
sebilah pisau mahal yang terus-menerus mencoba menikam.

21:17
Aku mulai letih..
Sementara jari-jari ku manis menekan tuts telepon,terdengar tunggu tiga kali..
"Ha.."
"Halo Mam, teteh kangen.."

Lalu entah kekuatan cinta darimana untuk membuat bulir-bulir hangat itu muncul,

dan selanjutnya, aku jadi rindu rumah..

   

it’s all about star

Thursday, November 17th, 2005


kata orang bintang itu menandakan banyaknya harapan dari setiap orang,
seperti rindu, saat dia pergi beberapa puluh kilometer dari sini.
Tentang ” I Love You” yang masih saja belum berbalas sampai detik ini.
Pada malam ketiga dia pergi,
tetap saja tak ada bintang,
kemana?

SEE MY T-SHIRT

Tuesday, November 15th, 2005

Yang jelas mereka tetap membenciku,
dengan alasan yang sama,
Hey, I’m wearing my lovely pink t-shirt yang bertuliskan "Don’t Hate Me because I’m Beautiful!"
Jadi mereka benci aku narsis?
atau mereka belajar menjadi paparazzi?

I’M BITCH, and you’re NOT!

So, is there’s any question?

dot becomes something

Tuesday, November 15th, 2005

Senja hari ini telah menyulap angkasa,
dengan hitam nya
dengan bintang nya,
Lalu melantun cerita tentang bayang-bayang yang selalu pergi dan kembali lewat mimpi-mimpi.
…………………………………………………………..
Pada saat terengah dalam detik,
jengah pada penantian titik
…………………………………………………………..

empty frame

Sunday, November 13th, 2005

Setidaknya dalam satu frame perubahan ini dia tahu. Karena memang untuk dia dan selanjutnya, tapi tetap saja  bilik otak ini tak lagi peka, merasa menjadi orang yang berbeda pada setiap detik aku tumbuh. Tapi sensitivitas dan kreatifitas lantas mengabur seperti saat senja. Untuk sekedar saying "I Love You" saja terasa  kosong. Sekedar memaknai pesan singkat ini saja.
"Aku siap setiap detik kau siap, tapi aku tak pernah siap" (kutipan darimana, aku lupa)

kangen

Tuesday, November 1st, 2005

hitam
putih
hitam
putih..