foot note:
Thursday, November 17th, 200520:26
"Bilang ‘aku sayang kamu’ dong.."
"Aku..sayang..kamu.."
"Umm..yang penting realisasinya kan?, Ati-ati dijalan okey, See ya!"
after the conversation,
lebih lega mungkin?
atau biasa saja?
yang jelas memang perseteruan kita hanya monolog yang dalam hati.
Tak pernah ada ejakulasi untuk hal itu,sesuatu yang aku bilang itu signifikan, dan bagimu itu hanya sebuah ketakutan.
(deep sigh.)
Tetap no response,
dia diam tapi sama sekali bukan emas,
sebilah pisau mahal yang terus-menerus mencoba menikam.
21:17
Aku mulai letih..
Sementara jari-jari ku manis menekan tuts telepon,terdengar tunggu tiga kali..
"Ha.."
"Halo Mam, teteh kangen.."
Lalu entah kekuatan cinta darimana untuk membuat bulir-bulir hangat itu muncul,
dan selanjutnya, aku jadi rindu rumah..