empty frame
Setidaknya dalam satu frame perubahan ini dia tahu. Karena memang untuk dia dan selanjutnya, tapi tetap saja bilik otak ini tak lagi peka, merasa menjadi orang yang berbeda pada setiap detik aku tumbuh. Tapi sensitivitas dan kreatifitas lantas mengabur seperti saat senja. Untuk sekedar saying "I Love You" saja terasa kosong. Sekedar memaknai pesan singkat ini saja.
"Aku siap setiap detik kau siap, tapi aku tak pernah siap" (kutipan darimana, aku lupa)
November 13th, 2005 at 9:27 pm
kau katakan “I Love You!”
aku terdiam. kau terdiam.
otakku mencerna satu kalimat suci itu. aneh. aneh. getaran itu hilang. mungkin kata-kata itu sudah begitu kosongnya untukmu sehingga saat kau ucapkan, kalimat itu tak berisi, tak berbobot lagi seperti dulu.
mungkin hanya ritual murni saat kita berdua, saat bibir ita berpagut, saat jemari berpesta, saat tubuh menyatu, saat lenguhan berbalas.
ah… hilang… maknanya hilang. bagiku, juga bagimu.
hanya ritual kata saat semua berlalu. saat kita kembali mengenakan baju.
“I Love You Too!” sama kosongnya di hatiku.
dan kita berpisah, seperti tiada yang terjadi.
November 15th, 2005 at 3:11 am
hu hu hu..
tremendous words om is!!