foot note:
20:26
"Bilang ‘aku sayang kamu’ dong.."
"Aku..sayang..kamu.."
"Umm..yang penting realisasinya kan?, Ati-ati dijalan okey, See ya!"
after the conversation,
lebih lega mungkin?
atau biasa saja?
yang jelas memang perseteruan kita hanya monolog yang dalam hati.
Tak pernah ada ejakulasi untuk hal itu,sesuatu yang aku bilang itu signifikan, dan bagimu itu hanya sebuah ketakutan.
(deep sigh.)
Tetap no response,
dia diam tapi sama sekali bukan emas,
sebilah pisau mahal yang terus-menerus mencoba menikam.
21:17
Aku mulai letih..
Sementara jari-jari ku manis menekan tuts telepon,terdengar tunggu tiga kali..
"Ha.."
"Halo Mam, teteh kangen.."
Lalu entah kekuatan cinta darimana untuk membuat bulir-bulir hangat itu muncul,
dan selanjutnya, aku jadi rindu rumah..
November 22nd, 2005 at 6:50 pm
20:26
“Bilang ‘aku sayang kamu’ dong..”
“Aku..sayang..kamu..”
“Umm..yang penting realisasinya kan?, Ati-ati dijalan okey, See ya!”
after the conversation,
Sebuah rasa di dada muncul. Yang jelas bukan gembira. Andai saja kamu tau kalo aku mau mengatakan ‘aku sayang kamu’ sebanyak dan sesering kamu mau.
Aku terdiam.
21:17
Sebuah telepon masuk.
“Iya Mam. Bentar lagi nyampe rumah kok!”
“Cepetan sayang. Om Rangga udah dateng nih. Mama mau ngenalin kamu sama calon istri kamu. Cantik loh anaknya. Pasti kamu dan dia bisa jadi pasangan serasi.”
“Iya Mam, terserah Mama.Daahhh!”
Klik!
Entah darimana bulir-bulir hangat itu muncul, dan selanjutnya, aku kangen kamu lagi.
December 22nd, 2005 at 11:31 am
kewls! gw suka!