Archive for February, 2007

Lavender, Umbra dan Kamu

Wednesday, February 28th, 2007

 

"pada intinya, tumbuh liar dan sangat gelap.. "

   

sepanjang jalan besi ini,
mengingatmu dengan sisi-sisi berbeda.
dan bilah pedang lingkaran yang sama
tetap menusuk sementara hidung ini mencium wangi sendu-senduan
LAVENDER
Enggan terbuai, malas beranjak.
Jalan besi setiao harinya, menyadari saya harus dengan ego yang berbeda.
Dan kita semua menunggu gerhana bulan total 4 Maret nanti.
UMBRA
kamu cuma seperti umbra dalam bulan hati saya.
Lavender-mu sudah hampir habis,
hanya testi bilah pedang disitu,menguliti.
Sebentar lagi saya harus turun menyebrang sampai menara.
Sudah habis wangi lavender-mu.
menikmati hidup,
dan saya sudah melupakan kamu..

Cat :

Lavender
; Karena telah ditanam dan dikembangkan di taman-taman di
seluruh dunia, tumbuhan ini sering ditemukan tumbuh liar di daerah di
luar daerah asalnya.

Umbra
; bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana bulan.

Wednesday, February 28th, 2007

saya sudah kehabisan kata-kata,
hebat!! two thumbs up buat kamu!
saya semakin yakin buat pergi, yakin buat maju lagi,
motivasi terbesar saya cuma kamu,padahal di hati ini sudah tidak ada lagi kamu.
Saya pura-pura lagi,
pura-pura tidak kenapa-kenapa,
biar kamu tau, kalau hati tetap saja hati,
ego tetap saja ego. Bodoh tetap saja bodoh.
saya sudah lebih tenang sekarang,
Gosh! u’re such a beautiful idiot for me!

Ps: Amazing one, u makes me stronger!

Tuesday, February 27th, 2007

Dan ketololan saya,
yang membuat saya
tetap berdiri disini.
dengan tegar
dan lebih tegar,

i didn’t stole anything babe..

Tuesday, February 27th, 2007

Siapa?
saya?
cuma ada saya, dengan ketololan saya

Monday, February 5th, 2007

Hari
ini tak mungkin bisa mengadu,

Dari
bangunku tadi sampai hari detik ini aku menulis,

Dan temanku
hanya bulan yang bentuknya tidak karu-karuan malam ini.

Sampai
kamu menawarkan suara melalui dunia nirkabel kita,

Senyumku
sampai menghentak,

Sampai
pada bulan yang tak lagi menampak

Aku
rindu saat mengadu..

Monday, February 5th, 2007

Kelambu satu,

Berada diantara penutup yang transparan,

Menutupi yang tidak mungkin ditutupi,

Sebagai pemisah yang tidak benar-benar terpisah.

Ada


kamu dan saya,

Kamu dan saya yang bercinta

Kita yang bercinta sering,

Kelambu dua,

Dan kita berada dalam kotak terpisah yang
transparan,

Ruang yang berbeda,

Tapi tidak pernah menjadi terpisah,

Karena ada kita yang saling melihat,

Kadang saling menyibak

Tetap saya dan kamu,

Dan bercinta tetap

Dia-nya kamu,

Dia-nya saya.,

Lebih sering dari kamu dan saya yang bercinta

Kelambu tiga,

Kita berada dalam kata-kata yang transparan,

“I
love u..”
(saya dan kamu)

“I
love u..”
(kamu dan dia)

“I
love u..”
(saya dan dia)

Seringkali disaat kita bercinta dalam kelambu yang
berbeda  dan saling menujuk.

Untungnya, kita bukan hidup dari cinta,

Karena cinta yang juga tidak pernah sempurna,

Tidak sesempurna tiga kelambu,

Yang diciptakan nyata oleh kita

Dengan prefik yang sama,

reinkarnasi yang berbeda.

We’re
all sinner..

Monday, February 5th, 2007

Bagian hati ini memang tetap akan utuh seperti
dulu,

Seperti beberapa bulan kemarin,

Meskipun terlalu banyak bualan (buatku),

keminiman penyampaian akan kata-kata (buatmu)

Padahal aku berdiri dengan disorientasi berlebihan
di

kota

penuh lampu ini, untuk melihatmu terbang tinggi
dengan phobiamu. Dan aku ingin menyalahkan keberadaanku yang tergesa-gesa.

Kamu tetap disitu dan makin menjauh

dan segala sesuatu salah dan (harus) menjadi
benar,

Kita semua memang butuh pembenaran seperti kata
kertas usangmu (dia selalu benar sepertinya). Bagian hati yang sengaja tidak ku
buat terlalu banyak berlari. Jarak pun nanti yang akan berteriak, dibawah
ketidaktahuanku, bersiap untuk hilang. Puff!

I’m ready to see you go dear!

Kita mulai bebalik arah, walau masih tetap dalam
rel yang sama. Karena ternyata tidak akan pernah untuk apapun, seperti kita
yang tidak siap untuk lahir, tapi semua yang sudah ada harus terus berjalan,
menanjak atau menurun, suatu hari memang akan ada yang terus memegang pundakmu
kalau-kalau kamu berjalan terlalu jauh dari rel-nya dan tetap melihat pundakmu
dari belakang.

Tidak pernah ada yang menjawab, keanoniman atas rasa
hari ini, yang jelas semakin absurd, metafora bunga plastik yang indah tapi
tetap saja palsu. Sepalsu janji kita pada dunia, kita hanya bisa seperti itu
berjalan di rel masing-masing, ada harap kecil bisa berpapasan dalam rel yang
berbeda.

Dengan bagian hati yang ada tetap utuh buatmu,

Maaf kalau ternyata ketidakpastian lagi yang
meraja,

dengan kesia-siaan, karena sepertinya memori
diciptakan di dalam trombosit ini untuk membuat kita hidup diatasnya.

 

>>Untuk gerangan yang tidak akan pernah sampai di kotak pesannya

 

Monday, February 5th, 2007

Kartu segi empat plastik,

Kita berada di bawah kendali nya, seperti ketidak
benaran kita disana, melewati ruangan kendali pikiran.

Akses cinta tidak mungkin kita,

Masih ada disitu, disamping meja kerjamu,

Terdiam menemanimu bergelut dengan kertas dan
ide-ide.

Hanya  merengkuhmu lagi sekarang,

Atau tidak sama sekali.