February 5th, 2007 by everyoneluvsolva

Bagian hati ini memang tetap akan utuh seperti
dulu,

Seperti beberapa bulan kemarin,

Meskipun terlalu banyak bualan (buatku),

keminiman penyampaian akan kata-kata (buatmu)

Padahal aku berdiri dengan disorientasi berlebihan
di

kota

penuh lampu ini, untuk melihatmu terbang tinggi
dengan phobiamu. Dan aku ingin menyalahkan keberadaanku yang tergesa-gesa.

Kamu tetap disitu dan makin menjauh

dan segala sesuatu salah dan (harus) menjadi
benar,

Kita semua memang butuh pembenaran seperti kata
kertas usangmu (dia selalu benar sepertinya). Bagian hati yang sengaja tidak ku
buat terlalu banyak berlari. Jarak pun nanti yang akan berteriak, dibawah
ketidaktahuanku, bersiap untuk hilang. Puff!

I’m ready to see you go dear!

Kita mulai bebalik arah, walau masih tetap dalam
rel yang sama. Karena ternyata tidak akan pernah untuk apapun, seperti kita
yang tidak siap untuk lahir, tapi semua yang sudah ada harus terus berjalan,
menanjak atau menurun, suatu hari memang akan ada yang terus memegang pundakmu
kalau-kalau kamu berjalan terlalu jauh dari rel-nya dan tetap melihat pundakmu
dari belakang.

Tidak pernah ada yang menjawab, keanoniman atas rasa
hari ini, yang jelas semakin absurd, metafora bunga plastik yang indah tapi
tetap saja palsu. Sepalsu janji kita pada dunia, kita hanya bisa seperti itu
berjalan di rel masing-masing, ada harap kecil bisa berpapasan dalam rel yang
berbeda.

Dengan bagian hati yang ada tetap utuh buatmu,

Maaf kalau ternyata ketidakpastian lagi yang
meraja,

dengan kesia-siaan, karena sepertinya memori
diciptakan di dalam trombosit ini untuk membuat kita hidup diatasnya.

 

>>Untuk gerangan yang tidak akan pernah sampai di kotak pesannya

 

February 5th, 2007 by everyoneluvsolva

Kartu segi empat plastik,

Kita berada di bawah kendali nya, seperti ketidak
benaran kita disana, melewati ruangan kendali pikiran.

Akses cinta tidak mungkin kita,

Masih ada disitu, disamping meja kerjamu,

Terdiam menemanimu bergelut dengan kertas dan
ide-ide.

Hanya  merengkuhmu lagi sekarang,

Atau tidak sama sekali.

January 23rd, 2007 by everyoneluvsolva

         Did I drive you away?
I know what you’ll say
You say, "Oh, sing one we know"
But I promise you this
I’ll always look out for you
That’s what I’ll do

I say "oh"
I say "oh"

My heart is yours
It’s you that I hold on to
That’s what I do
And I know I was wrong
But I won’t let you down
(Oh yeah, oh yeah, oh yeah, yeah I will, yes I will…)

I say "oh"
I cry "oh"

Yeah I saw sparks
Yeah I saw sparks
And I saw sparks
Yeah I saw sparks
Sing it out

La, la, la, la, oh…

sparks - coldplay

December 13th, 2006 by everyoneluvsolva

Kita yang tak pasti, Dalam dunia nirkabel adiktif, dan sekarang ada polkadot hitam disitu. 

Kamu yang tak tau aku tau. 

Kenapa hati ini benar-benar mengharap?

Kita yang tak pasti,

aku sudah terbiasa

December 5th, 2006 by everyoneluvsolva

seneng ketemu kamu!

Jangan panggil saya Candu!

December 1st, 2006 by everyoneluvsolva

Saya bukan lagi candu!
Diantara pria-pria dengan nama tengah ’sepi’ atau ‘bosan’.
Saya bukan lagi candu!
Karena harga untuk saya semahal mimpi kanak-kanak saya.
Saya bukan lagi candu!
walau dulu bibir saya adalah cawan candu yang selalu siap.
Saya tidak mau lagi jadi candu!
Karena saya bukan lagi candu,
jadi jangan panggil saya candu!

November 22nd, 2006 by everyoneluvsolva

Karena penolakan lagi, saya benar-benar insecure buat saat ini.
Karena saya juga seperti tidak berpijak tanah manapun.
Saya tau, banyak alasan untuk menolak saya. Terlebih karena saya bukan seorang apa-apa.
Saya cuma tempat persinggahan sementara untuk kembali lagi .
Saya BENCI penolakan lagi sebenarnya,
karena saya dan hati saya.
Karena kamu dan hati kamu yang bukan untuk saya.
Karena penolakan saya harus sendiri lagi sekarang.
Semoga penolakan kali ini bermakna lebih baik untuk saya..

November 16th, 2006 by everyoneluvsolva

Karena yang indah dimulai dengan bukan apa-apa.
Dari diam yang satu makna, dari banyak cerita dan gigitan sedotan Aqua, dunia nirkabel adiktif dan cuma Saya dan Kamu yang tertawa.
Pada detik ini berdoa ada isyarat untuk Kamu. Sekedar menyapa atau diam lagi pun.
‘Tabungan’ yang sudah habis :)
Saya dan Kamu dalam konteks nyaman,
"Kamu wangi.."
"Tapi Saya pengen.."
"Saya pengen meluk Kamu"
"Suka aja.."
"Gelo!"

Intermezzo ‘ga penting’ berulang.
Teritori hati yang menunggu ketepatan waktu dunia,
karena Saya memang mau!
Mau Kamu dan Saya menjadi Kita

November 5th, 2006 by everyoneluvsolva

dan kita bersama lagi, kini di lantai dengan view gedung tinggi dan asap yang mengelilingi,

menyandar pada 2 baris besi. Wangi yang berbeda dengan tatap yang masih sama.

N.Y.A.M.A.N

Dan masih juga seperti itu.

Masih ada 2 jam sebelum perpisahan lagi,

tak ada tapak tangan di jendela, dan tdk ada pelukan atau cium,

karena aku sudah nyaman dalam diam,

.. kamu tau… aku ingin loncat!

(dan pasti aku ikut serta)

Jangan bilang tak ada peluk, sebab aku akan memberimu nanti,

kalau aku menolak?

(tidak mungkin! sebab kamu yang minta tadi)

Sudahlah… karena…

kebetulan sama ketika ada glitter di pipiku.

ciuman yang aneh…

Sebuah syair mengalun di telingaku,

"Kau… tiada yang lain yang pantas untukku… yang seharusnya ku cinta…"

Andai kamu tau, aku ingin mengecupmu saat itu…

……………………

Konayuki mengalun lagi…

……………………

telinga kita terhubung satu kawat tembaga yang sama

……………………

masih ingat…

luv u, miss u

mwa?

apa kabar mereka?

dan hati yang sudah berjalan sendiri-sendiri…

ada intermezzo lain di siku-siku antara hati dan otak.

"Peluk aku, ciumlah aku.. sayaaaaang…:

dan seperti fade out

kitapun seperti itu…

November 2nd, 2006 by everyoneluvsolva

Dan dia pergi,
Meninggalkan pandan lipit dibawah batu asah,
Bunga warna warni dan tanah merah,
Dan dia,
Aku,
Kita
Yang akan selamanya disana..